11 December 2012


Gara-gara Sarung Tangan Robek, Dokter Bedah Tularkan Infeksi ke Pasien

Pasien yang berobat ke rumah sakit amat berharap mendapat kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Apa jadinya jika pasien justru terkena infeksi berbahaya akibat kelalaian sang dokter yang menangani, seperti yang terjadi di Cedars-Sinai Medical Center, AS.

Pada bulan Juni lalu, dokter di Cedars-Sinai menemukan ada 3 pasien yang mengalami infeksi endokarditis dan baru saja mengalami operasi penggantian katup jantung. Hasil penyelidikan menemukan bahwa penyebabnya adalah bakteri staphylococcus yang berasal dari sumber yang sama.

Penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa ada seorang ahli bedah di rumah sakit yang mengalami infeksi kulit. Setelah menganalisis bakteri pada ahli bedah dan mencocokkanya dengan bakteri penyebab infeksi pada pasien, ternyata diketahui bahwa bakteri dari dokter bedah itulah yang menginfeksi pasien.

Diduga penyebab penularan ini adalah adanya sobekan kecil pada sarung tangan dokter bedah saat mengoperasi pasien. Pihak rumah sakit kemudian menemukan bahwa 2 pasien lain juga terinfeksi dengan bakteri yang sama.

"Kami telah meminta maaf kepada para pasien. Kami akan selalu menjawab setiap pertanyaan dari pasien dan memberikan tindak lanjut, dukungan dan pengawasan yang tepat," kata juru bicara rumah sakit seperti dilansir Medical Daily, Selasa (11/12/2012).

Pihak rumah sakit tidak bersedia mengungkapkan nama dokter tersebut, tetapi berani menjamin bahwa dokter bedah tersebut tak lagi diperbolehkan melakukan operasi.

"Endokarditis pada umumnya adalah masalah yang diakibatkan oleh infeksi pada jantung. Ketika pasien mengalami infeksi di dalam jantungnya, maka bakteri yang berasal dari infeksi ikut dipompa ke seluruh tubuh," kata Dr Mark Adelman, kepala bagian bedah vaskular di NYU Langone.

Pejabat kesehatan di Cedars-Sinai menjelaskan operasi penggantian katup jantung dapat menyebabkan robekan kecil seukuran mikroskopik pada sarung tangan dokter bedah. Penyebabnya karena dokter harus membuat banyak jahitan yang memberikan tekanan ekstra pada sarung tangan.

"Ini seperti mengikat tali sepatu seribu kali dan banyak menggunakan jari. Ahli bedah harus menjahit otot jantung dengan tekanan dan jahitan yang kuat karena organnya terus bergerak. Sarung tangan pasti aus. Bahannya harus cukup tebal untuk melindungi dari penularan infeksi, tapi juga harus cukup peka untuk merasakan jaringan," kata Adelman.

Departemen Kesehatan California kini tengah melakukan investigasi di Cedars-Sinai. Karena penyelidikan sedang berlangsung, departemen ini tidak bisa memberikan komentar yang detail.

Baca Artikel Lainnya

0 comments:

Berlanggan Artikel

Enter your email address:

Download Software


Like This Page

Komentar